Kajian Da'wah Ekonom Rabbani

2 comments
Bedah Buku Kepada Sang Aktivis Muslim Part 1
Bersama ; Ust. Agus Munandar S.E, (Pasca Sarjana FE UGM)


Demikianlah Rasulullah berpesan untuk kita, dan inilah yang melatar belakngi tulisan DR. Najih Ibrahim dalam bukunya Kepada Aktivis Muslim. Beliau (DR. Najih Ibrahim), "kami menulis ini bukan karena tidak ada pekerjaan, dan bukan pula karena ada yang mau membacanya. kami menulis karena kami merasa ada nasehat yang harus kami sampaikan kepada ikhwah, para aktivis, sebagai satu bentuk partisipasi kami dalam 'perjalanan' yang diberkati ini. Perjalanan untuk menegakkan dien dan meninggalkan panji - panjinya". Subhanallah.

Sebagaimana dikatakan oleh sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu, “Kita tidak memerangi manusia dengan bilangan, kekuatan, dan jumlah kita. Kita hanya memerangi mereka karena dien ini. Dien yang Allah memuliakan kita dengannya.”
Oleh karena itu, lazim bagi kita untuk berpegang teguh kepada dien ini melebihi seorang muqatil (tenaga tempur) yang memegang erat senjatanya di tengah kecamuk pertempuran. Sebab muqatil, kapan pun ia mengendorkan pegangannya, sirnalah harapannya untuk mendapatkan kemenangan, bahkan sirna pulalah segala asanya untuk tetap hidup. Demikian pula halnya dengan ‘ahluddiin’, kapan pun mereka lengah di dalam diennya -meski sesaat- semua citanya untuk menggapai kemenangan akan lenyap.

Akhi, sesungguhnya Allah hanya menolong orang-orang yang taat, ikhlas, berpegang teguh, dan bertawakkal kepada-Nya. Sebagaimana Allah berkalam dalam kitab-Nya,

وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ

"Dan sesungguhnya Allah, benar-benar akan menolong orang-orang yang menolong (dien)-Nya". (Qs. Al-Hajj : 40)

Maka barang siapa tidak 'menolong' Rabb-nya, Dia pun tidak akan menolongnya. Barangsiapa bermaksiad kepada-Nya, Dia akan meninggalkannya, membiarkannya bersama - sama musuhnya.
khalifah ‘Umar al-Faruq radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Kala kita tidak mampu mengalahkan musuh dengan ketaatan kita niscaya mereka akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka.”

Ternyata ‘Umar radhiyallahu ‘anhu lebih mengkhawatirkan dosa-dosa pasukannya daripada kekuatan musuhnya. Inilah bukti kesempurnaan pemahaman dan kebrilianan akal beliau.


2 komentar:

  1. "kami menulis ini bukan karena tidak ada pekerjaan, dan bukan pula karena ada yang mau membacanya. ..... ) Bukan sabda nabi tetapi perkataan Dr. Najih Ibrahim. ... (revisi tulisan)

    BalasHapus
  2. yang dimaksud sabda Nabi itu judulnya "Agama itu adalah nasihat". Sedangkan kata2 "beliau" kembali kepada DR. Najih Ibrahim, krna kta2 sebelumnya. Tq

    BalasHapus