Sharia Economic Championsip

0 comments



Posting Komentar

Srikandi Mother Are Shiny Heroes

1 comments



1 comment

Posting Komentar

Kajian Da'wah Ekonom Rabbani

2 comments
Bedah Buku Kepada Sang Aktivis Muslim Part 1
Bersama ; Ust. Agus Munandar S.E, (Pasca Sarjana FE UGM)


Demikianlah Rasulullah berpesan untuk kita, dan inilah yang melatar belakngi tulisan DR. Najih Ibrahim dalam bukunya Kepada Aktivis Muslim. Beliau (DR. Najih Ibrahim), "kami menulis ini bukan karena tidak ada pekerjaan, dan bukan pula karena ada yang mau membacanya. kami menulis karena kami merasa ada nasehat yang harus kami sampaikan kepada ikhwah, para aktivis, sebagai satu bentuk partisipasi kami dalam 'perjalanan' yang diberkati ini. Perjalanan untuk menegakkan dien dan meninggalkan panji - panjinya". Subhanallah.

Sebagaimana dikatakan oleh sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu, “Kita tidak memerangi manusia dengan bilangan, kekuatan, dan jumlah kita. Kita hanya memerangi mereka karena dien ini. Dien yang Allah memuliakan kita dengannya.”


Read more

2 comments

Posting Komentar

Galery SET 1 2010 in Salatiga

0 comments





Read more

Posting Komentar

SMS EKIS ( edisi 1 Economic Growth )

0 comments
SMS EKIS (edisi 1 Economic Growth)

Dalam ekonomi konvesional mengitung tingkat kesejahteraan penduduk negara dengan PDB (rata2 perkapita). Namun dalam cara PDB ini tidak menunjukan keadaan yang riil karena fakta dilapangan banyak terjadi kesenjangan sosial (antara kaya - miskin).

Dalam ekonomi pertumbuhan islam, kesejahteraan negara menggunakan hitungan pemerataan pendapatan. Dalam mencapai itu salah satunya menggunakan instrumen zakat.



Posting Komentar

Kajian Da'wah Ekonom Rabbani

0 comments



Posting Komentar

Sejarah Perbankan Syariah

0 comments


Posting Komentar

Akutansi Syariah

0 comments


Posting Komentar

Bank Islam Berani Tantang Bank Konvensional

0 comments
Bank syariah akan memperluas ekspansinya karena mereka semakin bersaing dengan bank konvensional dalam menarik nasabah kelas kakap, menurut sebuah laporan dari Ernest & Young yang dirilis hari Senin lalu.
Total seluruh asset bank islam diperkirakan mencapai 1,55 Triliun USD tahun ini, 1,8 Triliun pada 2013 menurut laporan tersebut. Bank syariah di wilayah teluk (GCC) sekarang memiliki asset 450 Miliar USD atau sekitar 30% dari pangsa pasar. Bank syariah akan terus tumbuh karena mereka fokus pada pelanggan yang mengharapkan lebih dari sekedar produk dan layanan yang berbasis syariah tetapi juga nasabah yang selama ini masih bergantung pada bank konvensional.
“Kesuksesan akan segera diraih dalam pasar melalui transformasi bank syariah sehingga mereka mampu bersaing dengan saingannya yang jauh lebih besar untuk menarik nasabah kelas atas,” kata Ashar Nazim, ketau Islamic Financial Service Ernst & Young.
Bank Islam mengikuti pedoman agama seperti adanya pelarangan riba dan spekulasi system moneter dengan pasar utama di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Peran perbankan syariah yang benar-benar murni juga sangat penting dibandingkan dengan bank-bank yang hanya menjual produk syariah melalui Islamic Windows di kantor-kantor cabang mereka.
“Belum ada bank Islam yang benar-benar matang sepenuhnya di pasar internasional maupun regional,” kata Nazim. Dia mengidentifikasi adanya 20 bank syariah yang berpotensi menjadi lembaga regional yang signifikan yang sekarang memiliki 55% dari total asset perbankan syariah setelah tumbuh selama 3 tahun pada tingkat pertumbuhan rata-rata 16,2% per tahun, kata Nazim. Hanya ada 13 Bank syariah yang memiliki modal di atas 1 Miliar USD atau lebih.
Ada sekitar 100 sampain150 lembaga keuangan baru yang akan diluncurkan dalam lima sampai tujuh tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang baru bagi industri keuangan Islam termasuk di dalamnya Mesir, Libya, Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh. Sepuluh dari 25 pasar yang berkembang ini adalah Negara dengan populasi muslim terbesar.




Posting Komentar

Mengapa Harus Pilih Perbankan Syari’ah ?

0 comments
Ditulis oleh Suhrawardi K Lubis Sabtu, 16 April 2011 15:08
Keadaan sebaliknya terjadi pada perbankan syariah, kebijakan bunga tinggi tersebut tidak berpengaruh sama sekali, ini terjadi disebabkan bank syariah tidak dibebani kewajiban untuk membayar bunga simpanan kepada para nasabahnya. Bank syariah hanya membayar bagi hasil kepada nasabahnya sesuai dengan margin keuntungan yang diperoleh bank dari hasil investasi yang dilakukannya. Dengan sistem ini bank syari’ah tidak mengalami  negative spread  sebagaimana dialami oleh perbankan konvensional yang memakai sistem bunga. Ini dibuktikan oleh Bank Muamalat Indonesia (pada waktu itu merupakan satu-satunya bank yang beroperasi dengan sistem syariah) yang tidak terpengaruh sama sekali dengan keadaan gonjang-ganjing perekonomian saat itu. 


KENAPA HARUS PILIH BANK SYARIAH?

Paradigma baru yang berkembang pasca krisis ekonomi tahun 1997 dan 1998 adalah perlunya dilakukan pengembangan ekonomi kerakyatan, dengan target pertumbuhan ekonomi yang didorong dari bawah/masyarakat. Keterbatasan prasarana ekonomi berupa lembaga keuangan yang mampu merealisasikan cita-cita luhur untuk mengangkat harkat dan derajat perekonomian bangsa kita terkendala,  karena kebijakan bunga yang sangat tinggi  (sampai dengan 65% pertahun) pada masa krisis, kondisi ini jelas tidak memungkinkan adanya dukungan terhadap pola pengembangan ekonomi kerakyatan yang menjadi issu panas pada saat itu. Untuk mengatasi kondisi ini diperlukan pengembangan perangkat keuangan yang tentunya bukan memakai sistem bunga, sebagai solusi dan salah satu pengobatan alternatif bagi perekonomian Indonesia yang sedang sakit parah, yaitu mengembangkan sistem bagi hasil yang merupakan trade mark perbankan syariah.


Read more

Posting Komentar

Pengalaman Nyata Keberhasilan Dalam Melepaskan Jeratan Rokok

0 comments


Posting Komentar

Galery SET I 2012

0 comments






Read more

Posting Komentar

SHARIA ECONOMIC TRAINING I 2012

0 comments
SET 1 IMES

Posting Komentar

Rapat Kerja Nasional FOSSEI

0 comments
RAKERNAS FOSSEI 2012






Read more

Posting Komentar

Sms EKIS "Edisi Dinar dan Dirham"

0 comments
Dinar (emas) dan Dirham (perak) merupakan alat tukar paling stabil yang pernah dikenal di dunia,
sebagai contoh : ( zaman Nabi harga 1 ekor ayam : 1 Dirham sampai saat inipun masih sama.

Dari keterangan diatas menunjukan bahwa inflasi nya 0 (nol). Hal ini terjadi karena nilai emas (dinar dan perak (dirham) memilki nilai nominal yang sama dengan nilai intrisiknya, seihingga daya beli nilainya stabil.


Posting Komentar

Sms EKIS "Edisi Dinar dan Dirham"

0 comments
Dinar merupakan koin dan emas 22 karat dengan berat 4,25gr.
Dirham merupakan perak murni dengan berat 3gr.

Umat islam menggunakannya sebagai alat pembayaran sejak jaman nabi, tapi baru sejak Umar bin Khatab pencetakan ditentukan seperti ukuran diatas.
Penggunaannya merupakan adopsi dari Persia dan Romawi.

Posting Komentar

Syariah Economics Training 2011

1 comments
Syariah Economics Training 2011 in Salatiga





Read more

1 comment

Posting Komentar

RAKEREG & FLF JATENG 2011

0 comments
Rapat Kerja & Forum Kerja Leadership






Read more

Posting Komentar

TEMILREG JATENG 2012

0 comments
Juara II Olimpiade Ekonomi Islam TEMILREG JATENG 2012





Read more

Posting Komentar

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga IMES

0 comments
Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Imes

Posting Komentar

Struktur IMES 2012


Struktur Organisasi IMES 2012-2013 ^_^




LKTEI Nasional Tingkat SMA Tahun 2012






Read more

IMES AL-ES’AF

0 comments
IMES AL-ES’AF 

Nama K-SEI
:
Ikatan Mahasiswa Ekonomi Syariah (IMES)
Alamat Sekretariat
:
Kampus Al-Es’af Lt. 2
Asal Kampus
:
STIE Swastamandiri Surakarta                                             
Alamat Kampus
:
Jl. Tejonoto I 02/V Jogosuran Danukusuman Surakarta
Nama Ketua
:
Dodi Ariyanto
No. HP & Telp.
:
089673383289
Email

:
:

No. HP & Telp.
:
08985327657
Tahun berdiri

2006




Posting Komentar

PPA dan Matrikulasi 2012

0 comments




Read more

Posting Komentar